AI Overview Bikin Traffic Website Organik Mulai Bergeser
AI Overview sudah bukan fitur eksperimental. Sejak resmi meluas ke berbagai pasar termasuk Indonesia pada September 2025, fitur ini mengubah cara Google menyajikan hasil pencarian secara mendasar. Anda tidak perlu menunggu data tahunan untuk merasakannya karena penurunan click-through rate (CTR) sudah terjadi di depan mata.
Nah, pertanyaannya bukan lagi soal apakah AI Overview berdampak pada trafik organik. Pertanyaannya adalah seberapa dalam dampaknya, dan apa yang harus dilakukan sekarang.

AI Overview Terus Meluas dan Angkanya Tidak Bisa Diabaikan
Pertumbuhan AI Overview berlangsung cepat. Pada Januari 2025, fitur ini muncul di 6,49% dari total kueri Google. Pada Maret 2025, angkanya lebih dari dua kali lipat menjadi 13,14%, kenaikan lebih dari 100% hanya dalam dua bulan.
Per September 2025, AI Overview sudah muncul untuk 30% keyword desktop di Amerika Serikat, sebuah rekor tertinggi. Di sisi mobile, frekuensi kemunculannya naik hingga 474,9% secara tahunan. Angka ini bukan tren minor yang akan berbalik.
Karena itu, pemilik bisnis dan marketer perlu memahami bahwa AI Overview bukan sekadar fitur baru Google. Ini pergeseran struktural pada cara SERP bekerja.
Penurunan CTR Organik Akibat AI Overview Sudah Terkonfirmasi Data
Dampaknya terhadap trafik organik kini bisa diukur dengan cukup akurat. Riset dari Seer Interactive menemukan bahwa organic CTR untuk kueri yang memunculkan AI Overview anjlok dari 1,41% menjadi 0,64%. Penurunan ini bukan angka kecil karena hampir separuh potensi klik hilang begitu saja.
Yang lebih mengkhawatirkan, efeknya tidak terbatas pada kueri yang menampilkan AI Overview saja. Kueri tanpa AI Overview pun ikut tergerus, kehilangan 41% CTR secara tahunan jika dibandingkan September 2024 dengan September 2025.
Padahal volume pencarian Google secara global terus naik. Google memproses sekitar 9,1 hingga 13,6 miliar pencarian per hari pada 2025, naik dari 8,5 miliar pada 2024. Orang tidak berhenti mencari, mereka hanya tidak lagi harus klik untuk mendapat jawaban.
Angka Zero-Click Melonjak Signifikan
- Zero-click search naik tajam saat AI Overview muncul. Sebuah field experiment menemukan zero-click searches melonjak dari 54% menjadi 72% ketika AI Overview ditampilkan, dan klik organik turun 38% pada kueri yang dipicu fitur ini. Artinya lebih dari dua pertiga pengguna tidak lagi mengklik satu situs pun.
- Konten informatif jenis “Apa itu”, “Bagaimana cara”, dan “Mengapa” paling terdampak. Jenis kueri ini sebelumnya menjadi sumber trafik terbesar bagi blog dan website edukasi, kini sebagian besar sudah dijawab langsung oleh ringkasan AI tanpa perlu klik ke sumber.
- Penurunan trafik tidak merata di semua industri. Konten transaksional seperti e-commerce, pencarian lokal, dan branded search cenderung lebih tahan karena pengguna tetap butuh mengunjungi situs untuk menyelesaikan proses pembelian atau menemukan lokasi bisnis.
AI Overview Bukan Penghalang Asal Strategi SEO Tepat
Meski angkanya mengkhawatirkan, ada cara untuk tetap relevan. Analisis dari seoClarity terhadap 432.000 keyword menunjukkan bahwa 97% dari AI Overview mengutip setidaknya satu sumber dari 20 hasil organik teratas, dengan rata-rata lima URL per ringkasan. Artinya, halaman yang sudah kuat secara SEO tradisional punya peluang besar untuk dikutip.
AI Overview tidak memilih sumber secara acak. Google mengutamakan halaman dengan topical authority yang dalam, struktur konten yang jelas, dan sinyal E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) yang kuat. Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang standar ini di Google Search Central.
Nah, inilah titik balik yang penting: bukan lagi soal menghindari kueri yang memunculkan AI Overview, tapi soal bagaimana konten Anda bisa menjadi sumber yang dikutip di dalamnya.
Elemen Konten yang Berpeluang Masuk AI Overview
- Schema markup seperti FAQ, Article, dan HowTo membantu Google memahami struktur dan konteks konten lebih cepat. Penerapan structured data yang tepat meningkatkan peluang halaman Anda diproses sebagai sumber ringkasan AI.
- Konten yang menjawab pertanyaan turunan (long-tail queries) secara mendalam cenderung lebih stabil dalam menghadapi AI Overview. Alih-alih menargetkan “cara optimasi SEO”, konten yang menjawab “cara optimasi SEO untuk bisnis properti dengan budget terbatas” punya peluang lebih besar untuk tetap menghasilkan klik.
- Pembaruan konten secara berkala menjadi sinyal penting. Freshness adalah salah satu faktor yang diprioritaskan algoritma AI Overview, dan konten lama yang tidak diperbarui lebih rentan tergeser meski sebelumnya sudah berada di posisi atas.
Metrik SEO yang Perlu Anda Pantau Berbeda Sekarang
Kalau dulu posisi ranking halaman pertama sudah cukup menjadi indikator sukses, sekarang metrik itu tidak lagi berdiri sendiri. Anda perlu memantau bagaimana performa konten berubah sejalan dengan kemunculan AI Overview di kueri target.
Google Search Console menyimpan data ini, meski belum memisahkan klik dari AI Overview secara eksplisit. Per Juni 2025, klik dari AI Mode secara resmi sudah masuk ke dalam total Search Console di bawah kategori “Web” search type. Karena itu, analisis perlu lebih teliti dengan membandingkan tren CTR per kueri, bukan hanya total trafik keseluruhan.
Selain itu, mulai ukur brand visibility di luar klik langsung. Saat konten Anda dikutip dalam ringkasan AI, pengguna mengenal brand Anda meski tidak mengklik. Ini membentuk brand awareness yang bisa mendorong pencarian branded secara langsung. Anda bisa menggunakan tools seperti Ahrefs atau Semrush untuk memantau visibilitas di SERP secara lebih granular.
Monka.id Menangani SEO dengan Pendekatan yang Relevan untuk Kondisi Ini
Pergeseran yang dibawa AI Overview bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan menambah jumlah konten saja. Ini soal membangun authority yang benar dari awal, mulai dari riset search intent, struktur konten, hingga optimasi teknis yang memastikan proses crawling berjalan baik.
Monka.id sudah menangani klien dari berbagai niche, mulai dari otomotif, properti, F&B, hingga personal branding. Pendekatan berbasis data yang digunakan dimulai dari analisis search intent, bukan langsung eksekusi konten, sehingga setiap halaman dibangun untuk menjawab kueri yang benar-benar relevan dengan tujuan bisnis.
Selain itu, monka.id juga mengerjakan link building dan penguatan domain authority secara organik. Dua aspek ini makin krusial karena AI Overview cenderung mengutip sumber dengan reputasi domain yang kuat. Untuk bisnis yang ingin tetap kompetitif di SERP meski AI Overview terus meluas, monka.id adalah pilihan yang layak dipertimbangkan.
